Kamis, 12 Juli 2012

Caraku Memandang 'Kebahagiaan'

Aku tidak menyesali sesal,
 karena hakikat sesal selalu mengekor kemana kesalahan melangkah.
Akupun tidak menyesali kesalahan,
karena kesalahan muasal dari kebahagiaan.
Tapi aku menyesali kebahagiaan,
karena bagiku bahagia hanya ekspetasi semu yang dengan sukses menipuku.

"Kebahagiaan bisa menyembuhkan segalanya, sekalipun itu luka terparahmu"
 itu yang kudengar dari mereka para pecinta yang berbahagia. Oleh sebab itu aku mulai mencari bahagia. Terus-terus hingga tanpa sadar aku menjadi gila dan munafik. Pernah satu hari kudapati bahagia, tapi hari-hari berikutnya ia hilang, entah termakan waktu atau memang aku yang telah tertipu. Seenaknya menawarkan bahagia tapi di jalan yang sama meninggalkan duka yang bahkan bahagia tidak mampu sembuhkannya. Dan dihari itu runtuh semua harapan, gambaran indah tentang 'bahagia' dan kutarik sebuah kesimpulan baru :

"Kebahagiaan hanya ekspetasi semu yang menjerumuskanmu
dan bila kau kehilangan itu seakan hilang pula nyawamu"
Persetan dengan cerita-cerita para pecinta palsu, aku sudah terlalu buta untuk memulai
dan mencari kebahagiaan. Tapi sejujurnya, aku masih menyimpan sedikit harapan
pada siapapun yang mampu merubah pemikiran ini
.

(Andra Sheilamona/ Solo, Juli 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar