Senin, 15 Oktober 2012

Hujan

Awan menggelayut di ufuk yg biasanya berwarna biru..
kian lama berjelaga menjingga.
Jangan mendung,
Jangan tenggelam dulu, matahari..
disini sedikit lagi, sebelum hujan datang bercerita

Hujan...
melalui tetes demi tetes air yang awan jatuhkan satu-satu dari tubuhnya
Dia pun mulai bercerita,
mengenai caranya turun untuk menenangkan bumi yg panas,
menumbuhkan segala yg mati dan memberi rasa nyaman dihati.
Rintik-rintik yang jatuh menghantam daratan, lalu hilang entah kemana
Hujan, dia adalah iringan hembus nafas alam nan sempurna
walau basah dan petir menyambar tapi percayalah..itu semua indah


(Andra Sheilamona / Solo, Oktober 2012)  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar