Jumat, 25 Januari 2013

18 Untukmu


Rentang waktu
terkadang membuat kita lupa
bahwa kita semakin dewasa
bahwa 18 telah kau sanding sekarang

Semoga di 18-mu
Tuhan senantiasa mengutus 18 malaikatnya untuk menjagamu
sehingga saat kesakitan datang, kau bisa hadapi
dan kembali berdiri meskipun tanpa satu kakimu
karena aku sadari aku tak bisa menjagamu seutuhnya
meskipun aku berusaha untuk seperti itu..

Melangkah di 18 adalah gentar bagimu
saat sebuah ritual dirayakan
bersama dengan nyala lilin dan doa-doa yang senantiasa terucap,
bercerita tentang kebahagiaan yang kelak kan kau kecap.

Doa-doamu adalah sebuah pena,
dan hidupmu adalah kertas gambar.
Melalui itu, buatlah cerita indahmu
yang kelak akan Tuhan kabulkan dalam hidupmu.

Selamat ulang tahun,
Tak banyak yang mampu kukatakan
hanya bait puisi ini yang mampu kuhadiahkan.
Semoga baitnya menjadi sebuah pengingat,
bahwa aku selalu ada untukmu, sahabat.


Dedicated for Dika Dewita
"...Maaf, bagaimana aku bisa memberimu kado terbaik, jika kamu sendiri adalah hadiah terindah di bumi?..."


(Andra Sheilamona / Solo, 25 Januari 2013)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar