Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Aku Dan Kamu, Adalah Kita Yang Terhalang Oleh Dia


Jangan mencari-cari siapa diantara Kita yang paling banyak berjuang, tapi lihat seberapa besar apa yang telah Kita perjuangkan.
Karena ini bukan tentang mereka, ini tentang Aku, Kamu dan Kita yang semestinya.

  • Aku adalah logika yang dikalahkan ketiadaanmu.
  •  Aku - dulu orang yang paling sering kau cari, sekarang orang yang kerap kali kau hindari
  • Aku - memaksa kan ingatan mengenang dengan berbagai kontroversi tulisanku tentangmu
  • Aku - tangis pilu yang bersembunyi dibalik senyum bahagia.
  • Aku - orang bodoh yang terus merindukan kebodohanmu
  •  Aku payah, dihadapmu aku tak berdaya dan hilang upaya
  • Kamu - tidak ada dijangkauan mata tapi menetap di ulu hati terdalam
  • Kamu - ingatan yang muncul tiba-tiba tanpa alasan
  • Kamu - kenyataan indah yang belum dapat kusanding
  • Kamu - perasaan yang belum tuntas dan kemungkinan akan bertahan
  • Kamu - satu tunggal yang kubiarkan tetap tinggal
  • Selama Itu Kamu Aku merana saat merindu
  • Selama Itu Kamu aku lebih memilih kehilangan pegangan daripada kehilangan kenangan
  • Selama Itu Kamu aku tak pernah mendustai kehilangan, benci dan rindu.
  • Selama Itu Kamu semua rasa akan kupendam dan kusisakan rindu untuk kugenggam

Minggu, 20 Mei 2012

Untuk kesekian kali, Aku Benci Mengaku Merindu-mu


Kalian kenal Rindu? Mereka manis saat saling membutuhkan dan pahit saat satu pihak mengabaikan --

  • Rindu bisa saja membuatku bergelimang luka atau bahkan banjir air mata.Tapi entah sejak kapan itu semua begitu nyaman .
  • Sajakku tak seirama, apa mungkin rinduku tak lagi kau terima?
  • Rindu, karena denyut nadiku engaku mengalir. Oleh sebaris puisi engaku terus terlahir.
  • Aku sudah coba bunuh semua rasa, tapi rindu tetap saja ada.
  • Seperti menambah luka dalam ingatan, kau menanam rindu karena senyuman.
  • Ada berbait-bait rindu untukmu yang masih kusimpan rapat-rapat
  • Angin menemuiku setiap pagi, hanya membawa pesan yang sama dari mu-Rindukan aku.
  • Rindu adalah resah yang tak wajar, cemas yang tak tertakar dan di dadaku ia terdampar.
  • Sebelum mata terpejam, aku ingin rindu ini teredam.
  • Aku belajar mematikan rasa, sekedar mengubah perihnya rindu supaya tak terasa.
  • Aku belajar mensejajarkan rindu dengan pilu, sekarang didadaku keduanya saling berseteru.
  • Aku belajar memahami apa yang nampak dan terasa semisal debar. Dan apa yang kasat tak tertangkap indra semisal rindu.
  • Aku belajar darimu. Tentang rindu yang tak berujung, debar yang tak terdengar, asa yang tak biasa.
  • Jika hidupku bukan untuk merindukanmu lagi, maka akan murunglah umur-umurku esok hari.

Solo, 2012

Kamis, 10 Mei 2012

Jarak Terjauhku Tuk Temuimu, Kusebut Rindu.


Kalian kenal Rindu? Mereka manis saat saling membutuhkan dan pahit saat satu pihak mengabaikan --

  • Saat hati tak menentu, yang kutau pasti itu sebab rindu yang menggebu.
  • Rindu yang mendasar tak mungkin salah sasar,tepat di hatinya ia akan mengakar..
  • Jika merindukanmu saja aku tak kenal ampun, maka mencintaimu bisa kusebut pantang menyerah. Begitu kah?
  • Aku tak mengada-ada tentang rinduku yang berpangkat ganda atau bahkan tak terhingga.
  • Abaikan apa yang dituturkan mulut yang berseru, disini kita mendengar percakapan antara hati dan rindu yang berseteru.
  • Aku ingin kau sesekali menyambangi rindu, agar kau bisa dengar namamu dilantunkannya dengan suara merdu.
  • Hatiku nelangsa, sejenak aku tak kuasa mengatahui rinduku yang tak kunjung bersisa.
  • Rindu itu eksistensi yang ambigu, nyata tapi membuatmu terbelenggu
  • Barangkali dengan mengjariku rindu yang ambigu, kau bisa melatihku untuk tak meragu.
  • Rindu itu seperti menyambangi rumahmu, saat ku ketuk pintunya kuharap kau menyambutku dengan senyum dibibir ranummu.
  • Rindu itu penjabaran tersulit antara hasrat dan ingatan, yang pasti berbelit-belit
  • Bukankah 'rindu' hanya kata sederhana yang tak harus tersirat sempurna,namun luar biasa bermakna.
  • Barangkali memang tak ada ragaku di batas pandangmu, tapi bukankah rinduku masih tetap memelukmu erat?
  • Rindu tak pernah beranjak, walau ia tak henti dibekap waktu yang malas dan menganak.
  • Melarutnya malam dan langit menghitam jelaga, membuat rindu yg bersemayam tak mungkin lagi terjaga.
  • Akhirnya aku sampai di titik jemu, dimana rindu menari dengan hasrat yg ingin bertemu.
  • Kau mendongengkan sepi pada rindu bak belati yang tak henti menyayati luka pada hati.
  • Esok adalah tentang bagaimana caraku merindukanmu lebih dari kemarin.